MENCIPTAKAN BUDAYA STANDAR PADA MAHASISWA UIVERSITAS JEMBER MELALUI LAYANAN SNI CORNER
MENCIPTAKAN BUDAYA STANDAR
PADA MAHASISWA UIVERSITAS
JEMBER MELALUI LAYANAN SNI CORNER
Khusnun Nadhifah
UPT Perpustakan Universitas Jember
e-mail: khusnun.library@gmail.com
ABSTRAK
Standardisasi
adalah hal penting dalam tingkat persaingan, sehingga diperlukan budaya standar
termasuk di Universitas Jember (UNEJ) melalui layanan di SNI Corner. Laporan pengunjung, menunjukkan 963 orang (32,1%) rata-rata per bulan tahun 2016 dan
4.142 orang (34,52%) tahun 2017. Menciptakan budaya standar pada dasarnya
adalah upaya menciptakan kemampuan sumber daya manusia agar terbentuk pola
pikir, sikap, perilaku serta budaya standar sesuai dengan persyaratan teknis
atau peraturan yang dibakukan. Berdasarkan hal tersebut,
sebagai permasalahan dalam kajian ini adalah bagaimana menciptakan budaya
standar pada mahasiswa UNEJ melalui layanan SNI Corner? Sedangkan tujuan kajian
ini adalah untuk mengetahui bagaimana menciptakan budaya standar pada mahasiswa
UNEJ melalui layanan SNI Corner. Metode yang digunakan
adalah kajian
kegiatan/studi kasus mulai Oktober 2016 sampai Desember 2017 dengan mendeskripsikan kegiatan menciptakan budaya
standar pada mahasiswa melalui layanan SNI Corner. Pola pikir, sikap, perilaku serta budaya standar harus
ditanamkan kepada mahasiswa yaitu mengidentifikasi, observasi, wawancara dan
mendiskripsikan kebutuhan informasi pengunjung SNI Corner, memberikan layanan
informasi sederhana tentang standardisasi, mensosialisasikan standardisasi
melalui dokumen SNI. Layanan ini mencapai
650
mahasiswa (21,67%) di tahun 2016 dan 2.716 mahasiswa (22,63%) pada tahun 2017. Berikutnya
adalah layanan pemesanan dokumen SNI baik secara
off line maupun online. Layanan ini mencapai 30 mahasiswa (1,5%) pada tahun 2016 dan 83
mahasiswa (6,92%) pada tahun 2017. Dengan demikian jika budaya standar yang berasal dalam diri mahasiswa dengan didorong
keinginan secara sadar dan dicerminkan dalam perilaku sesuai dengan aturan maka
akan tertanam dalam diri mahasiswa,
secara otomatis akan tercermin perilaku mahasiswa dalam menciptakan budaya
standar.
Kata kunci: budaya standar, mahasiswa UNEJ, layanan, SNI Corner
PENDAHULUAN
Standar
Nasional Indoensia (SNI) selain sebagai penguat daya saing bangsa, standardisasi
juga menjadi bagian yang sangat penting dalam tingkat persaingan dunia
internasional khususnya dalam bidang perdagangan baik tingkat Masyarakat
Ekonomi ASEAN (MEA), China - ASEAN Free
Area (CAFTA) maupunWorld Trade Organisation (WTO). Persaingan tersebut meliputi barang, jasa dan
sistem. Sehingga diperlukan barang, jasa, sistem, proses dan personal yang
berkualitas agar dapat bersaing dengan dunia luar.
Saat
ini, masyarakat berhadapan langsung dengan berbagai barang,
jasa, sistem, proses, atau personal yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri,
sehingga masyarakat harus mempunyai bekal pengetahuan yang baik tentang standar
sebuah produk barang, jasa, sistem, proses dan satandar
personal. Hal
ini sesuai dengan amanah dalam Undang-Undang nomor 20 tahun 2014 pasal 4 tentang
Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian berlaku terhadap barang,
jasa, sistem, proses, atau personal.
Pengetahuan
SNI dan budaya standar masih dirasa asing bagi masyarakat. Pengetahuan
masyarakat Indonesia tentang SNI masih rendah. Hal ini menandakan masyarakat
belum menjadi ‘konsumen cerdas’ atau ‘koncer’. Salah satu ciri konsumen cerdas
adalah dengan memperhatikan ada tidaknya logo SNI saat membeli suatu produk
(Rahardjo, 2017).
Masyarakat dinilai masih mempertimbangkan harga sebagai
prioritas utama. Tidak adanya standar pada barang yang akan dibeli dirasa tidak
menjadi masalah. Aman atau tidak juga bukan menjadi permasalahan yang urgen. Masyarakat harus menyadari
pentingnya SNI yang ada di produk. Harus SNI, karena produk yang masuk ke
Indonesia wajib mematuhi dan menyesuaikan dengan aturan yang berlaku. Tujuannya
bisa mengetahui kelayakan suatu produk yang akan dikonsumsi masyarakat kita
(Rahardjo, 2017).
Melihat kondisi masyarakat yang masih rendah tentang pengetahuan standar, salah satu upaya Badan Standarisasi Nasional
(BSN) dalam pemasyarakatan budaya standar adalah membentuk kerjasama dengan
perguruan tinggi melalui pengembangan SNI Corner
di Universitas Jember (UNEJ). Tujuannya
untuk menggali potensi-potensi yang
dimiliki sesuai dengan tugas dan fungsi kedua belah pihak untuk bersinergi
dalam standardisasi dan penilaian kesesuaian
SNI Corner, secara
struktural berada di bawah bidang Pengembangan dan Kerjasama UPT Perpustakaan
UNEJ. SNI Corner
merupakan sebuah outlet yang
khusus menyediakan dan memberikan layanan dokumen SNI dengan topik tertentu,
direktori laboratorium dan lembaga sertikasi serta buku referensi untuk
pembelajaran mahasiswa mendukung perkuliahan, proses tugas akhir dan kegiatan penelitian. Disediakan pula informasi standardisasi serta penilaian
kesesuaian serta promosi SNI.
Laporan kemajuan pemanfaatan SNI Corner UNEJ, yang meliputi jumlah
pengunjung/pemanfaat SNI Corner
secara fisik untuk mendapatkan informasi tentang SNI maupun mendapatkan materi/dokumen
dapat dilihat pada tabel 1.1
Tabel 1.1 Rekapitulasi pengunjung di ruang SNI Corner 2016-2017
Bulan
|
Tahun
|
Keterangan
|
|
2016
|
2017
|
||
Januari
|
-
|
242
|
SNI
Corner UNEJ mulai Oktober 2016
|
Pebruari
|
-
|
321
|
|
Maret
|
-
|
306
|
|
April
|
-
|
315
|
|
Mei
|
-
|
323
|
|
Juni
|
-
|
300
|
|
Juli
|
-
|
204
|
|
Agustus
|
-
|
452
|
|
September
|
-
|
482
|
|
Oktober
|
378
|
465
|
|
Nopember
|
409
|
411
|
|
Desember
|
176
|
321
|
|
Jumlah
|
963
|
4.142
|
|
Sumber: Data
sekunder, UPT Perpustakaan 2017
Tabel 1.1 menunjukkan pengunjung/ visitor di ruang SNI Corner
UNEJ sejumlah 963 pengunjung (32,1%)
rata-rata per bulan di tahun 2016 dan 4.142 pengunjung (34,52%) pada tahun
2017. Pada bulan Januari sampai dengan
September tahun 2016 pengunjung masih kosong, karena SNI Corner di UNEJ belum didirikan. Proses menciptakan budaya standar
dapat dilakukan melalui layanan informasi ringan/sederhana tentang SNI Corner, informasi dokumen SNI dan pemanfaatan dokumen SNI. Berdasarkan
kondisi tersebut, maka penulis mengambil judul “Menciptakan Budaya Standar pada Mahasiswa UNEJ melalui Layanan SNI Corner
TINJAUAN PUSTAKA
Budaya (Kebudayaan)
Banyak
pengertian tentang budaya. Beberapa pengertian budaya diantaranya adalah
menurut Koentjaraningrat (2000) kebudayaan dari bahasa Sanskerta ”buddhayah”,
yaitu bentuk jamak dari budhi yang berarti “budi” atau “akal”. Koentjaraningrat
mendefinisikan budaya sebagai “daya dari budi” yang berupa cipta, karsa dan
rasa, sedangkan kebudayaan adalah hasil dari cipta, karsa, dan rasa.
Pada
kajian Antropologi, budaya dianggap merupakan singkatan dari kebudayaan yang
tidak ada perbedaan dari definsi. Kebudayaan yang disingkat budaya, menurut Koentjaraningrat
merupakan keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam
rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.
Sedangkan
budaya menurut Linton (1983) adalah
keseluruhan dari pengetahuan, sikap dan pola perilaku yang merupakan kebiasaan
yang dimiliki dan diwariskan oleh anggota suatu masyarakat tertentu.
KBBI
mendefinisikan budaya adalah sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan yang sudah
sukar diubah.
Standardisasi
Undang-undang
Republik Indonesia nomor 20 tahun 2014 tentang standardisasi dan penilaian
kesesuaian pasal 1 menyatakan bahwa standardisasi adalah proses merencanakan,
merumuskan, menetapkan, menerapkan, memberlakukan, memelihara, dan mengawasi
standar yang dilaksanakan secara tertib dan bekerja sama dengan semua pemangku
kepentingan.
Sedangkan standar menurut UU No, 20
tahun 2014 adalah persyaratan
teknis atau sesuatu yang dibakukan, termasuk tata cara dan metode yang disusun
berdasarkan konsensus semua pihak/pemerintah/ keputusan internasional yang
terkait dengan memperhatikan syarat keselamatan, keamanan, kesehatan,
lingkungan hidup, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pengalaman,
serta perkembangan masa kini dan masa depan untuk memperoleh manfaat yang
sebesar-besarnya
Menurut Pasal 3 Standardisasi dan Penilaian
Kesesuaian bertujuan sebagai berikut (1) Meningkatkan jaminan mutu, efisiensi
produksi, daya saing nasional, persaingan usaha yang sehat dan transparan dalam
perdagangan, kepastian usaha, dan kemampuan pelaku usaha, serta kemampuan
inovasi teknologi; (2) Meningkatkan perlindungan kepada konsumen, pelaku,
tenaga kerja, dan masyarakat lainnya, serta negara, baik dari aspek
keselamatan, keamanan, kesehatan, maupun pelestarian fungsi lingkungan hidup;
dan (3) Meningkatkan kepastian, kelancaran, dan efisiensi transaksi perdagangan
barang dan/atau jasa di dalam negeri dan luar negeri.
Layanan SNI Corner
SNI Corner
pertama kali diluncurkan oleh BSN di Jakarta Convention Center (JCC) pada acara Bulan Mutu Nasional 2013 dengan
harapan para pengguna standar dapat memperoleh informasi standardisasi terbaru.
SNI menurut BSN adalah sebuah standardisasi dari BSN yang
berfungsi untuk menciptakan standar atau mengukur mutu produk atau jasa di
dalam perdagangan untuk meningkatkan
perlindungan konsumen, pelaku usaha, tenaga kerja, dan masyarakat lainnya baik
untuk keselamatan, keamanan, kesehatan maupun pelestarian fungsi lingkungan
hidup.
Pojok SNI atau SNI Corner
berfungsi menjadi tempat sosialisasi dan sumber informasi bagi warga kampus dan
masyarakat umum terkait segala sesuatu mengenai SNI, prosedur pengajuan
sertifikasi, dan aplikasi SNI (Rahardjo, 2017).
Bagi perguruan tinggi, SNI Corner bermafaat menjadi salah satu
dokumen/referensi bahan ajar bagi dosen dan mahasiswa, baik dalam perkuliahan
maupun dalam melakukan proses penelitian.
SNI Corner yang penempatannya
di UPT Perpustakaan UNEJ merupakan pengembangan SNI ke-15 setelah Medan, Riau, Palembang, Jakarta, Bogor,
Bandung, Semarang, Surabaya, Malang, Samarinda, dan Makassar (Eminingsih,
2017).
Layanan SNI Corner di UPT Perpustakaan UNEJ merupakan layanan kepada pemustaka dalam pemanfaatan
koleksi/ dokumen SNI serta pemanfaatan fasilitas di SNI Corner. Layanan yang disajikan bersifat tertutup (close access). Pemustaka tidak diberikan
kebebasan dalam pengambilan bahan pustaka di jajaran rak koleksi. Selain itu, layanan SNI Corner juga tidak memberikan fasilitas
pinjaman untuk dibawa pulang oleh pemustaka. Akan tetapi layanan yang diberikan
melalui layanan baca di tempat, foto copy
dan layanan pemesanan dokumen SNI.
METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan adalah
kajian kegiatan/studi kasus pada mahasiswa UNEJ yang berkunjung ke SNI Corner mulai Oktober 2016 sampai
Desember 2017 dengan mendeskripsikan kegiatan menciptakan budaya standar pada
mahasiswa melalui layanan SNI Corner.
Pola pikir, sikap, perilaku serta budaya standar harus ditanamkan kepada
mahasiswa yaitu dengan mengidentifikasi, observasi, wawancara dan
mendiskripsikan kebutuhan informasi pengunjung SNI Corner, memberikan layanan informasi sederhana tentang
standardisasi, mensosialisasikan standardisasi melalui dokumen SNI melalui kegiatan
rutin setiap tahun yaitu Pengenalan Kehidupan Kampus (PK2) pada mahasiswa baru
serta sosialisasi secara personal sesuai kebutuhan, memberikan layanan
pemesanan dokumen SNI baik secara off line maupun online. Dengan demikian jika
budaya standar yang berasal dalam diri mahasiswa dengan didorong keinginan
secara sadar dan dicerminkan dalam perilaku sesuai dengan aturan maka akan tertanam dalam diri mahasiswa, secara
otomatis akan tercermin perilaku mahasiswa dalam menciptakan budaya standar.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Peradaban dunia semakin dinamis, sebagai
konsekwensi munculnya era revolusi industri 4.0. Perubahan cara kerja yang fokus pada
pengelolaan data, sistem kerja industri melalui kemajuan teknologi, komunikasi
dan peningkatan efisiensi kerja yang berkaitan dengan interaksi manusia.
Data menjadi kebutuhan penting dalam sebuah organisasi/ lembaga.
Rendahnya kualitas sumber daya manusia
merupakan salah satu persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia. Pembangunan akan
berhasil jika ditunjang kuantitas serta kualitas sumber daya manusia yang berdaya
guna secara efektif dan efisien. Untuk itu diperlukan pendidikan yang
berkualitas dan berstandar, penyediaan berbagai fasilitas sosial dan lapangan
pekerjaan yang memadai.
Diperlukan pula ketersediaan sumber daya
manusia yang terdiri dari tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang
berkompeten. Pustakawan sebagai pengelola perpustakaan harus mempunyai
kompetensi/ standar di bidangnya. Karena hal ini berpengaruh terhadap proses
pembelajaran, mutu lulusan dan pola keluaran yang kompetitif sehingga diperlukan
penjaminan mutu SDM di lingkungan perguruan tinggi (Nuraeni, 2010).
UNEJ
sebagai perguruan tinggi/ lembaga formal diharapkan dapat mencetak tenaga kerja
kompeten yang siap menghadapi industri kerja yang terus berkembang.
Tenaga kerja yang memiliki kemauan yang disertai kemampuan dan keahlian dalam
bekerja (berstandar), berpikir dinamis serta mampu beradaptasi dalam segala
kondisi yang cepat berubah. Mahasiswa berkualitas menjadi tolak ukur utama dalam
produk yang dilahirkan perguruan tinggi. Sumber daya perguruan tinggi harus dapat
menciptakan inovasi dalam menghadapi
kemajuan teknologi dan persaingan dunia kerja di
era globalisasi.
Mahasiswa UNEJ sebagai salah satu sumber daya manusia di
perguruan tinggi, mempunyai peran penting sebagai pembentuk dan pelaksana
budaya standar. Mahasiswa UNEJ harus berperan aktif dalam menghadapi revolusi
industri 4.0. dengan mengaplikasikan standardisasi secara teori maupun praktik.
Berpola pikir sesuai standar yang telah ditetapkan terhadap kegiatan pembelajaran
maupun kegiatan di lapangan. SNI Corner
diharapkan dapat menunjang kegiatan mahasiswa UNEJ dalam proses standardisasi
dengan memanfaatkan keberadaan dan sumber daya SNI sebagai upaya membentuk dan
meningkatkan budaya standar.
Keberadaan SNI Corner
UNEJ juga diharapkan dapat mengedukasi masyarakat akademisi khususnya kepada
mahasiswa, dan memberikan sosialisasi tentang SNI dan dapat
membuka akses informasi bagi masyarakat umum khususnya di wilayah Jember dan sekitarnya sebagai wujud Tri Dharma Perguruan
Tinggi dalam Pengabdian Kepada Masyarakat. Peran ini telah dibuktikan bahwa
kunjungan di SNI Corner UNEJ tidak
hanya dari kalangan mahasiswa UNEJ saja, akan tetapi juga berasal dari luar
UNEJ yaitu dari Bondowoso dan Pusat Penelitian Kakao Jember.
Laporan Kemajuan Pemanfaatan SNI Corner
Tabel
4.1 berikut adalah menunjukkan laporan kemajuan pemanfaatan bidang layanan
informasi di SNI Corner UNEJ.
Tabel 4.1 Rekapitulasi Layanan Informasi SNI 2016-2017
Bulan
|
Tahun
|
Keterangan
|
|
2016
|
2017
|
||
Januari
|
-
|
215
|
SNI
Corner UNEJ mulai Oktober 2016
|
Pebruari
|
-
|
222
|
|
Maret
|
-
|
244
|
|
April
|
-
|
78
|
|
Mei
|
-
|
70
|
|
Juni
|
-
|
75
|
|
Juli
|
-
|
96
|
|
Agustus
|
-
|
247
|
|
September
|
-
|
425
|
|
Oktober
|
-
|
344
|
|
Nopember
|
211
|
379
|
|
Desember
|
275
|
321
|
|
Jumlah
|
650
|
2.716
|
|
Sumber: Data sekunder, UPT Perpustakaan UNEJ 2017
Berdasarkan tabel 1.1, kunjungan SNI Corner yang membutuhkan layanan
informasi sejumlah 650 mahasiswa (21,67%) di tahun 2016 dan 2.716 mahasiswa
(22,63%) pada tahun 2017. Kunjungan mahasiswa ini dalam rangka mencari dan
mendapatkan informasi ringan tentang SNI.
Bentuk layanan informasi yang dimaksud adalah segala
macam layanan permintaan informasi tentang dokumen SNI dan SNI Corner. Berdasar identifikasi dan observasi bentuk layanan informasi ringan/sederhana tentang
SNI dalam upaya menciptakan budaya standar adalah dengan memberikan jawaban
atas permasalahan dari pengunjung SNI Corner,
yaitu:
1. Apakah SNI Corner?
2. Apakah yang dimaksud dokumen SNI?
3. Apa saja dokumen SNI?
4. Mengapa dibutuhkan SNI?
5. Bagaimana cara pemesanan dokumen SNI?
6. Apa manfaat SNI Corner
serta dokumen SNI?
7. Bagaimana jika tidak menerapkan standar?
Kunjungan tertinggi ada pada bulan September 2017 karena
pada bulan tersebut merupakan bulan penerimaan
mahasiswa baru di UNEJ. Didukung oleh kegiatan Pengenalan Kehidupan
Kampus (PK2) yang mengenalkan semua program dan lingkungan kampus termasuk
pengenalan UPT Perpustakaan UNEJ. PK2 diselenggarakan selama 1 bulan yang
diadakan pada tanggal 4 September 2017 sampai dengan 28 September 2017. Dalam
pengenalan UPT Perpustakaan UNEJ, disosialisakan pula tentang SNI Corner beserta dokumen pendukung.
SNI Corner sebagai bagian dari layanan perpustakaan harus
dapat memberikan layanan cepat tanggap terhadap kebutuhan pengguna akan
informasi yang akurat, relevan dan tepat waktu. Untuk itu diperlukan adanya
upaya untuk mengoptimalkan pemanfaatan layanan yang ada, baik ditinjau dari
kualitas maupun kuantitasnya (Dwijati, 2006).
Penyediaan dan layanan dokumen SNI sangat
memberikan inspirasi dan pengetahuan bagi pembaca (mahasiswa) tentang standardisasi.
Seperti contoh memberikan layanan informasi sederhana baik personal maupun
kelompok kepada pengunjung tentang pemakaian plastik. SNI Corner menyediakan buku tentang “Tips Memilih Wadah Plastik Yang
Aman”. Dokumen tersebut memuat informasi tentang arti kode kemasan plastik,
sifat bahan plastik serta cara pemakaian bahan plastik. Dokumen ini telah
dimanfaatkan pengunjung (mahasiswa), sehingga terinformasikan standar bahan
plastik yang baik.
Keberadaan Perpustakaan UNEJ yang menyandang sertifikat
ISO 9001:2008 tentang Sistem Manajemen Mutu. Predikat tersebut menarik perhatian
seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik untuk melakukan
penelitian bidang perpustakaan dan ISO 9001:2008. Dokumen tersebut tersedia di
SNI Corner. Melalui layanan SNI
Corner, dokumen dengan judul “Sistem Manajemen Mutu: SNI ISO 9001:2008
Penerapan pada Usaha Kecil dan Menengah” dan dokumen SNI 7330:2009 tentang
Perpustakaan Perguruan Tinggi dapat dimanfaatkan mahasiswa. Dalam proses
penelitian tersebut secara tidak langsung tersosialisasikan tentang standarisasi
ISO 9001:2008 dan perpustakaan perguruan
tinggi.
Dalam SNI 7330:2009 (Perpustakaan Perguruan Tinggi) dikatakan
Pustakawan perguruan tinggi adalah pegawai yang berpendidikan
serendah-rendahnya sarjana di bidang ilmu perpustakaan dan informasi atau yang
disetarakan, dan diberi tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak secara penuh
oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan kepustakawanan pada
unit-unit perpustakaan. Selain itu, dijelaskan pula definisi tentang
istilah-istilah perpustakaan, layanan perpustakaan, penyelenggaraan
perpustakaan, kepala perpustakaan, gedung perpustakaan, anggaran perpustakaan
dan lain-lain. Komponen tersebut dapat digunakan sebagai acuan bahan referensi
tugas akhir dan acuan standarisasi perpustakaan perguruan tinggi yang sangat
bermanfaat bagi mahasiswa sebagai pelanggan utama yang berkunjung. Budaya standar
akan terbentuk sebagai efek pengkajian literatur tentang standardisasi dan
diharapkan akan dipergunakan sebagai refererensi standar dalam penetapan
kebijakan.
Pengetahuan tentang sistem manajemen mutu ISO 9001:20018,
prinsip yang ditetapkan, manfaat serta penerapannya tertera secara gamblang di
jelaskan dalam buku Sistem Manajemen Mutu: SNI ISO 9001:2008 Penerapan pada
Usaha Kecil dan Menengah. Pembahasan materi dalam buku ini memberikan dampak
pola pikir/mindset kepada mahasiswa akan pentingya sebuah standar
mutu dalam sebuah perusahaan/ organisasi seperti halnya perpustakaan.
Respon pengunjung SNI Corner
menunjukkan bukti bahwa SNI Corner
telah dikenal dan tersosialisasi pada mahasiwa UNEJ.
Pemanfaatan SNI Corner UNEJ melalui layanan pemesanan dokumen SNI
Berikut adalah tabel laporan kemajuan pemanfaatan dokumen
SNI melalui layanan pemesanan dokumen baik online
maupun offline.
Tabel 4.2 Rekapitulasi Layana Pemesanan Dokumen SNI
2016-2017
Bulan
|
Jumlah Pemesanan Dokumen SNI
|
Keterangan
|
|
(online dan offline)
|
|||
2016
|
2017
|
||
Januari
|
-
|
6
|
SNI
Corner UNEJ mulai Oktober 2016
|
Pebruari
|
-
|
7
|
|
Maret
|
-
|
5
|
|
April
|
-
|
4
|
|
Mei
|
-
|
8
|
|
Juni
|
-
|
9
|
|
Juli
|
-
|
8
|
|
Agustus
|
-
|
9
|
|
September
|
-
|
12
|
|
Oktober
|
-
|
5
|
|
Nopember
|
14
|
6
|
|
Desember
|
16
|
4
|
|
Jumlah
|
30
|
83
|
|
Sumber: Data
sekunder, UPT Perpustakaan UNEJ 2017
Dari tabel 4.2 dapat diketahui jumlah layanan pemesanan
dokumen SNI baik pemesanan online
maupun offline pada tahun 2016
sejumlah 30 pemesan (1,5%) dan mengalami kenaikan pada tahun 2017 yaitu 83 pemesan
(6,92%). Pemesan yang mayoritas adalah mahasiswa UNEJ, menunjukkan bahwa pada
tahun 2016 mahasiswa UNEJ telah menciptakan budaya standar melalui layanan di SNI
Corner yaitu dengan menciptakan dan
mengembangkan pola pikir tentang standardisasi dalam proses pembelajaran,
proses tugas akhir dan proses penelitian. Mahasiswa berperan aktif mempelajari,
mencermati serta mengeksplorasi dokumen SNI sehingga dapat merubah pola pikir
secara standar dalam upaya peningkatan kompetensinya.
Beberapa fakta yang dapat dibuktikan dalam menciptakan
budaya standar pada mahasiswa UNEJ melalui layanan SNI Corner adalah memberikan layanan pemesanan dokumen SNI sebagai
upaya mahasiswa dalam proses pembelajaran baik berupa tugas perkuliahan maupun
proses tugas akhir. Kebutuhan sumber informasi/ literatur yang berstandar
sangat relefan adalah dokumen SNI.
Sebagai bentuk realisasinya yaitu mahasiswa Fakultas
Peranian dan Fakultas Teknologi Pertanian, membutuhkan dokumen SNI tentang Yogurt
SNI 2981:2009. Melalui layanan
pemesanan, mahasiswa mendapatkan dokumen berupa informasi standardisasi yogurt
yang siap konsumsi seperti penetapan syarat mutu, pengambilan contoh, dan cara
uji yogurt. Klasifikasi, komposisi, syarat mutu, cara uji dan lain-lain.
Informasi yang didapat sebagai acuan dalam tugas pembelajaran, proses tugas
akhir dan proses penelitian, kemudian selanjutnya akan dipergunakan sebagai
pedoman dan pengetahuan tentang yogurt.
Selanjutnya, melalui layanan pemesanan pula, dokumen SNI telah
dimanfaatkan mahasiswa Fakultas Teknik sebagai acuan dalam menentukan
konstruksi jembatan (SNI 03-3428-1994) : Jembatan gantung untuk pejalan kaki, tata
cara perencanaan teknik. Mahasiswa Fakultas Teknik berupaya mendapatkan
informasi standardisasi tentang jembatan gantung sebagai acuan dan pegangan
bagi perencana dalam menetapkan
dasardasar perencanaan teknik jembatan
gantung untuk lalu-lintas pejalan kaki
dengan tujuan untuk penyeragaman dalam perencanaan teknik jembatan gantung yang
diperuntukan lalu-lintas pejalan kaki.
Fakta berikutnya adalah layanan pemesanan SNI berasal dari
mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), membutuhkan dokumen
standar permainan anak-anak.Terdapat SNI ISO 8124-3:2010 tentang Keamanan mainan - Bagian 1:
Aspek keamanan yang berhubungan dengan sifat fisis dan mekanis. Dari dokumen
ini, mahasiswa sudah tersosialisasikan secara tidak langsung, bahwa mainan anak
juga harus berstandar. Tidak sekedar mainan anak, tetapi harus memperhatikan
faktor keamanan.
Mahasiswa FKIP tersebut, juga terpenuhi kebutuhannya
ketika membutuhkan dokumen yang berkaitan dengan mainan anak, yaitu buku BSN yang
berjudul Standar Keamanan Mainan Anak. Dalam dokumen dipaparkan tentang:
1.
Kemanan keselamatan dan kesehatan mainan,
yaitu mainan yang berstandar adalah mainan yang sesuai dengan SNI
2.
Memilih mainan anak, yang tidak hanya
berdasar trend dan model. Akan tetapi
lebih mengedepankan pada aspek keamanan dengan memilih mainan yang berlabel
sebagai arahan bahwa mainan tersebut direkomendasikan anak usia yang sesuai.
Berikutnya adalah adanya logo SNI. Memilih mainan anak juga harus melihat
ukuran, bentuk dan materi maianan, mekanisme mainan serta aturan jika mainan
itu bersuara.
3.
Bimbingan dan pengawasan terhadap mainan anak
sehingga mainan dapat diperlakukan secara tepat.
4.
Menjaga mainan anak, yaitu dengan merapikan
mainan dan rutin memeriksa mainan.
5.
Pertanyaan umum kemanan mainan
Dan masih banyak dokumen-dokumen SNI lain yang sangat
dibutuhkan mahasiswa UNEJ dalam upaya menciptakan budaya standar melalui layanan
SNI Corner. Dari layanan dokumen SNI
ini diharapkan UNEJ akan lebih produktif dan akurat dalam menghasilkan riset
dan penelitian dengan penerapan standardisasi pada setiap langkah dan
pengujiannya.
Berdasarkan identifikasi, observasi dan wawancara kepada
mahasiswa, diperoleh alasan berkunjung ke SNI Corneradalah:
1.
Mencari dokumen standar sebuah topik terpilih
2.
Ingin mengetahui tentang SNI Corner, koleksi/dokumen SNI serta
layanannya
3.
Sebagai sarana dan prasarana yang menunjang
dalam pembelajaran
4.
Adanya ruangan yang nyaman dan representative dalam belajar mandiri
maupun kelompok
Sedangkan maanfaat layanan SNI Corner UNEJ, menurut mahasiswa UNEJ adalah:
1. Mendapat dokumen standar dengan mudah
2. Mengetahui informasi tentang standardisasi melaui
dokumen SNI baik secara online maupun
offline
3. Dapat melakukan pemesanan dokumen
standardisasi
4. Terbentuk pola pikir yang kritis tentang
standardisasi sehingga dapat membentuk budaya standar.
Dalam upaya menciptakan
budaya standar, kendala/ hambatan dalam layanan pemesanan di SNI Corner adalah:
1. Birokrasi yang tidak sederhana dalam melakukan
layanan pemesanan dokumen SNI
2. Butuh waktu yang
cukup lama pada layanan pemesanan untuk medapatkan dokumen SNI dalam bentuk
cetak, pada kurun waktu tertentu. Sementara mahasiswa butuh waktu cepat untuk
segera menyelesaikan tugas sesuai dengan deadline yang telah ditentukan. Hal ini bertentangan
dengan prinsip bahwa, perpustakaan harus cepat
tanggap terhadap kebutuhan pengguna akan informasi yang akurat, relevan dan
tepat waktu (Dwijati, 2006)
3.
Biaya/ongkos kirim yang kurang proporsional jika dibanding dengan harga dokumen
SNI itu sendiri
4.
Belum paham tentang tata cara pemesanan dokumen SNI.
5.
Personal Computer yang tersedia masih
terbatas (3 PC) belum sesuai dengan kebutuhan pemakai.
KESIMPULAN
Menciptakan budaya standar pada mahasiswa UNEJ dapat
diaplikasikan melalui layanan SNI Corner dengan
mengunjungi SNI Corner untuk
mendapatkan informasi/sosialisasi sederha tentang standardisasi, membaca dokumen
SNI dan melakukan layanan pemesanan dokumen SNI untuk proses pembelajaran,
proses tugas akhir dan proses penelitian.
DAFTAR PUSTAKA
BSN. (2013). Sistem Manajemen Mutu: SNI ISO 9001:2008 Penerapan pada Usaha Kecil dan
Menengah. Jakarta: BSN
BSN. (2009). SNI
7330:2009.Perpustakaan Perguruan Tinggi. Jakarta: BSN
BSN. (2014). Standar
Keamanan Mainan Anak.Jakarta: BSN
BSN. (2017).Tips Memilih Wadah
Plastik Yang Aman. Jakarta: BSN
BSN(2014).Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20
tahun 2014 tentang Standarisasi dan Penilaian Kesesuaian. Jakarta:BSN
Dwijati, Rr. Siti. (2006). Upaya Meningkatkan Kualitas Jasa Layanan
Informasi di Perpustakaan. Bulletin Perpustakaan Universitas Airlangga
Vol.1.N.2.pmd (hal.16-20)
(http://repository.unair.ac.id/58952/1/UPAYA%20MENINGKATKAN%20KUALITAS%20JASALAYANAN%20INFORMASI%20DI%20PERPUSTAKAAN.pdf
diakses 12 September 2018)
https://library.uns.ac.id/launching-sni-corner-uns-ajak-bsn-dalam-pengembangan-standardisasi-di-indonesia/
diakses pada 28 Juli 2018
http://www.bsn.go.id/main/berita/berita_det/8194/Pembekalan-BSN-Essay-Competition-2017#.W2F-JtIzbIU)
JAKARTA (Pos Sore) diakses pada 28 Juli 2018
https://www.kbbi.web.id/budaya,
diakses pada 30 Juli 2018
Koentjaraningrat (2000). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Radar Jaya
Offset
Linton, Ralph (1984) Antropologi: Suatu Penyelidikan
Tentang Manusia. Bandung: Jemars.
Nuraeni, Yeni. (2010). Perancangan Sistem Informasi Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi Bidang Sumber
Daya Manusia. Journal of Information Systems.UI, Volume 6, Issues 1, April
(hal.32-43) (https://scholar.google.co.id/scholar?hl=en&as_sdt=0%2C5&q=penjaminan+mutu&btnG=
diakses 2 September 2018)
.
Komentar
Posting Komentar