MENCIPTAKAN BUDAYA STANDAR PADA MAHASISWA UIVERSITAS JEMBER MELALUI LAYANAN SNI CORNER


MENCIPTAKAN  BUDAYA STANDAR
PADA MAHASISWA UIVERSITAS JEMBER MELALUI LAYANAN SNI CORNER

Khusnun Nadhifah
UPT Perpustakan Universitas Jember
e-mail: khusnun.library@gmail.com

ABSTRAK
Standardisasi adalah hal penting dalam tingkat persaingan, sehingga diperlukan budaya standar termasuk di Universitas Jember (UNEJ) melalui layanan di SNI Corner. Laporan pengunjung, menunjukkan 963 orang (32,1%) rata-rata per bulan tahun 2016 dan 4.142 orang (34,52%) tahun 2017. Menciptakan budaya standar pada dasarnya adalah upaya menciptakan kemampuan sumber daya manusia agar terbentuk pola pikir, sikap, perilaku serta budaya standar sesuai dengan persyaratan teknis atau peraturan yang dibakukan. Berdasarkan hal tersebut, sebagai permasalahan dalam kajian ini adalah bagaimana menciptakan budaya standar pada mahasiswa UNEJ melalui layanan SNI Corner? Sedangkan tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui bagaimana menciptakan budaya standar pada mahasiswa UNEJ melalui layanan SNI Corner. Metode yang digunakan adalah kajian kegiatan/studi kasus mulai Oktober 2016 sampai Desember 2017 dengan mendeskripsikan kegiatan menciptakan budaya standar pada mahasiswa melalui layanan SNI Corner. Pola pikir, sikap, perilaku serta budaya standar harus ditanamkan kepada mahasiswa yaitu mengidentifikasi, observasi, wawancara dan mendiskripsikan kebutuhan informasi pengunjung SNI Corner, memberikan layanan informasi sederhana tentang standardisasi, mensosialisasikan standardisasi melalui dokumen SNI. Layanan ini  mencapai 650 mahasiswa (21,67%) di tahun 2016 dan 2.716 mahasiswa (22,63%) pada tahun 2017. Berikutnya adalah layanan pemesanan dokumen SNI baik secara off line maupun online. Layanan ini mencapai 30 mahasiswa (1,5%) pada tahun 2016 dan 83 mahasiswa (6,92%) pada tahun 2017. Dengan demikian jika budaya standar yang berasal dalam diri mahasiswa dengan didorong keinginan secara sadar dan dicerminkan dalam perilaku sesuai dengan aturan maka akan  tertanam dalam diri mahasiswa, secara otomatis akan tercermin perilaku mahasiswa dalam menciptakan budaya standar.

Kata kunci: budaya standar, mahasiswa UNEJ,  layanan, SNI Corner

PENDAHULUAN
Standar Nasional Indoensia (SNI) selain sebagai penguat daya saing bangsa, standardisasi juga menjadi bagian yang sangat penting dalam tingkat persaingan dunia internasional khususnya dalam bidang perdagangan baik tingkat Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), China - ASEAN Free Area (CAFTA)  maupunWorld Trade Organisation (WTO).  Persaingan tersebut meliputi barang, jasa dan sistem. Sehingga diperlukan barang, jasa, sistem, proses dan personal yang berkualitas agar dapat bersaing dengan dunia luar.
Saat ini, masyarakat berhadapan langsung dengan berbagai barang, jasa, sistem, proses, atau personal yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri, sehingga masyarakat harus mempunyai bekal pengetahuan yang baik tentang standar sebuah produk barang, jasa, sistem, proses dan satandar personal. Hal ini sesuai dengan amanah dalam Undang-Undang nomor 20 tahun 2014 pasal 4 tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian berlaku terhadap barang, jasa, sistem, proses, atau personal.
Pengetahuan SNI dan budaya standar masih dirasa asing bagi masyarakat. Pengetahuan masyarakat Indonesia tentang SNI masih rendah. Hal ini menandakan masyarakat belum menjadi ‘konsumen cerdas’ atau ‘koncer’. Salah satu ciri konsumen cerdas adalah dengan memperhatikan ada tidaknya logo SNI saat membeli suatu produk (Rahardjo, 2017).
            Masyarakat dinilai masih mempertimbangkan harga sebagai prioritas utama. Tidak adanya standar pada barang yang akan dibeli dirasa tidak menjadi masalah. Aman atau tidak juga bukan menjadi permasalahan yang urgen. Masyarakat harus menyadari pentingnya SNI yang ada di produk. Harus SNI, karena produk yang masuk ke Indonesia wajib mematuhi dan menyesuaikan dengan aturan yang berlaku. Tujuannya bisa mengetahui kelayakan suatu produk yang akan dikonsumsi masyarakat kita (Rahardjo, 2017).          
Melihat kondisi masyarakat yang masih rendah tentang pengetahuan standar,  salah satu upaya Badan Standarisasi Nasional (BSN) dalam pemasyarakatan budaya standar adalah membentuk kerjasama dengan perguruan tinggi melalui pengembangan SNI Corner di Universitas Jember (UNEJ). Tujuannya untuk  menggali potensi-potensi yang dimiliki sesuai dengan tugas dan fungsi kedua belah pihak untuk bersinergi dalam standardisasi dan penilaian kesesuaian
SNI Corner, secara struktural berada di bawah bidang Pengembangan dan Kerjasama UPT Perpustakaan UNEJ. SNI Corner merupakan sebuah outlet yang khusus menyediakan dan memberikan layanan dokumen SNI dengan topik tertentu, direktori laboratorium dan lembaga sertikasi serta  buku referensi untuk pembelajaran mahasiswa mendukung perkuliahan, proses tugas akhir  dan kegiatan penelitian. Disediakan pula informasi standardisasi serta penilaian kesesuaian serta promosi SNI.
Laporan kemajuan pemanfaatan SNI Corner UNEJ, yang meliputi jumlah pengunjung/pemanfaat SNI Corner secara fisik untuk mendapatkan informasi tentang SNI maupun mendapatkan materi/dokumen dapat dilihat pada tabel 1.1
Tabel 1.1 Rekapitulasi  pengunjung di ruang SNI Corner 2016-2017
Bulan
Tahun
Keterangan
2016
2017
Januari
-
242
SNI Corner UNEJ mulai Oktober 2016
Pebruari
-
321
Maret
-
306
April
-
315
Mei
-
323
Juni
-
300
Juli
-
204
Agustus
-
452
September
-
482
Oktober
378
465
Nopember
409
411
Desember
176
321
Jumlah
963
4.142

  Sumber: Data sekunder, UPT Perpustakaan 2017

Tabel 1.1 menunjukkan pengunjung/ visitor di ruang SNI Corner UNEJ sejumlah 963  pengunjung (32,1%) rata-rata per bulan di tahun 2016 dan 4.142 pengunjung (34,52%) pada tahun 2017.  Pada bulan Januari sampai dengan September tahun 2016 pengunjung masih kosong, karena SNI Corner di UNEJ belum didirikan. Proses menciptakan budaya standar dapat dilakukan melalui layanan informasi ringan/sederhana tentang SNI Corner, informasi  dokumen SNI dan pemanfaatan dokumen SNI. Berdasarkan kondisi tersebut, maka penulis mengambil judul “Menciptakan  Budaya Standar pada Mahasiswa UNEJ melalui Layanan SNI Corner
TINJAUAN PUSTAKA
Budaya (Kebudayaan)
Banyak pengertian tentang budaya. Beberapa pengertian budaya diantaranya adalah menurut Koentjaraningrat (2000) kebudayaan dari bahasa Sanskerta ”buddhayah”, yaitu bentuk jamak dari budhi yang berarti “budi” atau “akal”. Koentjaraningrat mendefinisikan budaya sebagai “daya dari budi” yang berupa cipta, karsa dan rasa, sedangkan kebudayaan adalah hasil dari cipta, karsa, dan rasa.
Pada kajian Antropologi, budaya dianggap merupakan singkatan dari kebudayaan yang tidak ada perbedaan dari definsi. Kebudayaan yang  disingkat budaya, menurut Koentjaraningrat merupakan keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.
Sedangkan budaya menurut Linton (1983)  adalah keseluruhan dari pengetahuan, sikap dan pola perilaku yang merupakan kebiasaan yang dimiliki dan diwariskan oleh anggota suatu masyarakat tertentu.
KBBI mendefinisikan budaya adalah sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan yang sudah sukar diubah.

Standardisasi
Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2014 tentang standardisasi dan penilaian kesesuaian pasal 1 menyatakan bahwa standardisasi adalah proses merencanakan, merumuskan, menetapkan, menerapkan, memberlakukan, memelihara, dan mengawasi standar yang dilaksanakan secara tertib dan bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan.
Sedangkan standar menurut UU No, 20 tahun 2014 adalah persyaratan teknis atau sesuatu yang dibakukan, termasuk tata cara dan metode yang disusun berdasarkan konsensus semua pihak/pemerintah/ keputusan internasional yang terkait dengan memperhatikan syarat keselamatan, keamanan, kesehatan, lingkungan hidup, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pengalaman, serta perkembangan masa kini dan masa depan untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya
Menurut Pasal 3 Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian bertujuan sebagai berikut (1) Meningkatkan jaminan mutu, efisiensi produksi, daya saing nasional, persaingan usaha yang sehat dan transparan dalam perdagangan, kepastian usaha, dan kemampuan pelaku usaha, serta kemampuan inovasi teknologi; (2) Meningkatkan perlindungan kepada konsumen, pelaku, tenaga kerja, dan masyarakat lainnya, serta negara, baik dari aspek keselamatan, keamanan, kesehatan, maupun pelestarian fungsi lingkungan hidup; dan (3) Meningkatkan kepastian, kelancaran, dan efisiensi transaksi perdagangan barang dan/atau jasa di dalam negeri dan luar negeri.
Layanan SNI Corner
SNI Corner pertama kali diluncurkan oleh BSN di Jakarta Convention Center (JCC) pada acara Bulan Mutu Nasional 2013 dengan harapan para pengguna standar dapat memperoleh informasi standardisasi terbaru.
SNI menurut BSN adalah sebuah standardisasi dari BSN yang berfungsi untuk menciptakan standar atau mengukur mutu produk atau jasa di dalam perdagangan untuk  meningkatkan perlindungan konsumen, pelaku usaha, tenaga kerja, dan masyarakat lainnya baik untuk keselamatan, keamanan, kesehatan maupun pelestarian fungsi lingkungan hidup.
Pojok SNI atau SNI Corner berfungsi menjadi tempat sosialisasi dan sumber informasi bagi warga kampus dan masyarakat umum terkait segala sesuatu mengenai SNI, prosedur pengajuan sertifikasi, dan aplikasi SNI (Rahardjo, 2017).
Bagi perguruan tinggi, SNI Corner  bermafaat menjadi salah satu dokumen/referensi bahan ajar bagi dosen dan mahasiswa, baik dalam perkuliahan maupun dalam melakukan proses penelitian.
SNI Corner yang penempatannya di UPT Perpustakaan UNEJ merupakan pengembangan SNI ke-15 setelah Medan, Riau, Palembang, Jakarta, Bogor, Bandung, Semarang, Surabaya, Malang, Samarinda, dan Makassar (Eminingsih, 2017).
Layanan SNI Corner di UPT Perpustakaan UNEJ merupakan layanan kepada pemustaka dalam pemanfaatan koleksi/ dokumen SNI serta pemanfaatan fasilitas di SNI Corner. Layanan yang disajikan bersifat tertutup (close access). Pemustaka tidak diberikan kebebasan dalam pengambilan bahan pustaka di jajaran rak koleksi. Selain itu, layanan SNI Corner juga tidak memberikan fasilitas pinjaman untuk dibawa pulang oleh pemustaka. Akan tetapi layanan yang diberikan melalui layanan baca di tempat, foto copy dan layanan pemesanan dokumen SNI.
METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan adalah kajian kegiatan/studi kasus pada mahasiswa UNEJ yang berkunjung ke SNI Corner mulai Oktober 2016 sampai Desember 2017 dengan mendeskripsikan kegiatan menciptakan budaya standar pada mahasiswa melalui layanan SNI Corner. Pola pikir, sikap, perilaku serta budaya standar harus ditanamkan kepada mahasiswa yaitu dengan mengidentifikasi, observasi, wawancara dan mendiskripsikan kebutuhan informasi pengunjung SNI Corner, memberikan layanan informasi sederhana tentang standardisasi, mensosialisasikan standardisasi melalui dokumen SNI melalui kegiatan rutin setiap tahun yaitu Pengenalan Kehidupan Kampus (PK2) pada mahasiswa baru serta sosialisasi secara personal sesuai kebutuhan, memberikan layanan pemesanan dokumen SNI baik secara off line maupun online. Dengan demikian jika budaya standar yang berasal dalam diri mahasiswa dengan didorong keinginan secara sadar dan dicerminkan dalam perilaku sesuai dengan aturan maka akan  tertanam dalam diri mahasiswa, secara otomatis akan tercermin perilaku mahasiswa dalam menciptakan budaya standar.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Peradaban dunia semakin dinamis, sebagai konsekwensi munculnya era revolusi industri 4.0. Perubahan cara kerja yang fokus pada pengelolaan data, sistem kerja industri melalui kemajuan teknologi, komunikasi dan peningkatan efisiensi kerja yang berkaitan dengan interaksi manusia. Data menjadi kebutuhan penting  dalam sebuah organisasi/ lembaga.
Rendahnya kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia. Pembangunan akan berhasil jika ditunjang kuantitas serta kualitas sumber daya manusia yang berdaya guna secara efektif dan efisien. Untuk itu diperlukan pendidikan yang berkualitas dan berstandar, penyediaan berbagai fasilitas sosial dan lapangan pekerjaan yang memadai.
Diperlukan pula ketersediaan sumber daya manusia yang terdiri dari tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang berkompeten. Pustakawan sebagai pengelola perpustakaan harus mempunyai kompetensi/ standar di bidangnya. Karena hal ini berpengaruh terhadap proses pembelajaran, mutu lulusan dan pola keluaran yang kompetitif sehingga diperlukan penjaminan mutu SDM di lingkungan perguruan tinggi (Nuraeni, 2010).
UNEJ sebagai perguruan tinggi/ lembaga formal diharapkan dapat mencetak tenaga kerja kompeten yang siap menghadapi industri kerja yang terus berkembang. Tenaga kerja yang memiliki kemauan yang disertai kemampuan dan keahlian dalam bekerja (berstandar), berpikir dinamis serta mampu beradaptasi dalam segala kondisi yang cepat berubah. Mahasiswa berkualitas menjadi tolak ukur utama dalam produk yang dilahirkan perguruan tinggi. Sumber daya perguruan tinggi harus dapat menciptakan inovasi  dalam menghadapi kemajuan teknologi dan persaingan dunia kerja di era globalisasi.
Mahasiswa UNEJ sebagai salah satu sumber daya manusia di perguruan tinggi, mempunyai peran penting sebagai pembentuk dan pelaksana budaya standar. Mahasiswa UNEJ harus berperan aktif dalam menghadapi revolusi industri 4.0. dengan mengaplikasikan standardisasi secara teori maupun praktik. Berpola pikir sesuai standar yang telah ditetapkan terhadap kegiatan pembelajaran maupun kegiatan di lapangan. SNI Corner diharapkan dapat menunjang kegiatan mahasiswa UNEJ dalam proses standardisasi dengan memanfaatkan keberadaan dan sumber daya SNI sebagai upaya membentuk dan meningkatkan budaya standar.
Keberadaan SNI Corner UNEJ juga diharapkan dapat mengedukasi masyarakat akademisi khususnya kepada mahasiswa, dan memberikan sosialisasi tentang SNI dan dapat membuka akses informasi bagi masyarakat umum khususnya di wilayah Jember  dan sekitarnya sebagai wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam Pengabdian Kepada Masyarakat. Peran ini telah dibuktikan bahwa kunjungan di SNI Corner UNEJ tidak hanya dari kalangan mahasiswa UNEJ saja, akan tetapi juga berasal dari luar UNEJ yaitu dari Bondowoso dan Pusat Penelitian Kakao Jember.
Laporan Kemajuan Pemanfaatan SNI Corner
Tabel 4.1 berikut adalah menunjukkan laporan kemajuan pemanfaatan bidang layanan informasi di SNI Corner UNEJ.
Tabel 4.1 Rekapitulasi Layanan Informasi SNI 2016-2017
Bulan
Tahun
Keterangan
2016
2017
Januari
-
215
SNI Corner UNEJ mulai Oktober 2016
Pebruari
-
222
Maret
-
244
April
-
78
Mei
-
70
Juni
-
75
Juli
-
96
Agustus
-
247
September
-
425
Oktober
-
344
Nopember
211
379
Desember
275
321
Jumlah
650
2.716

Sumber: Data sekunder, UPT Perpustakaan UNEJ 2017

Berdasarkan tabel 1.1, kunjungan SNI Corner yang membutuhkan layanan informasi sejumlah 650 mahasiswa (21,67%) di tahun 2016 dan 2.716 mahasiswa (22,63%) pada tahun 2017. Kunjungan mahasiswa ini dalam rangka mencari dan mendapatkan informasi ringan tentang SNI.
Bentuk layanan informasi yang dimaksud adalah segala macam layanan permintaan informasi tentang dokumen SNI dan SNI Corner. Berdasar identifikasi dan observasi bentuk layanan informasi ringan/sederhana tentang SNI dalam upaya menciptakan budaya standar adalah dengan memberikan jawaban atas permasalahan dari pengunjung SNI Corner, yaitu:
1. Apakah SNI Corner?
2. Apakah yang dimaksud dokumen SNI?
3. Apa saja dokumen SNI?
4. Mengapa dibutuhkan SNI?
5. Bagaimana cara pemesanan dokumen SNI?
6. Apa manfaat SNI Corner serta dokumen SNI?
7. Bagaimana jika tidak menerapkan standar?
Kunjungan tertinggi ada pada bulan September 2017 karena pada bulan tersebut merupakan bulan penerimaan  mahasiswa baru di UNEJ. Didukung oleh kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus (PK2) yang mengenalkan semua program dan lingkungan kampus termasuk pengenalan UPT Perpustakaan UNEJ. PK2 diselenggarakan selama 1 bulan yang diadakan pada tanggal 4 September 2017 sampai dengan 28 September 2017. Dalam pengenalan UPT Perpustakaan UNEJ, disosialisakan pula tentang SNI Corner beserta dokumen pendukung.
SNI Corner sebagai bagian dari layanan perpustakaan harus dapat memberikan layanan cepat tanggap terhadap kebutuhan pengguna akan informasi yang akurat, relevan dan tepat waktu. Untuk itu diperlukan adanya upaya untuk mengoptimalkan pemanfaatan layanan yang ada, baik ditinjau dari kualitas maupun kuantitasnya (Dwijati, 2006).
Penyediaan dan layanan dokumen SNI sangat memberikan inspirasi dan pengetahuan bagi pembaca (mahasiswa) tentang standardisasi. Seperti contoh memberikan layanan informasi sederhana baik personal maupun kelompok kepada pengunjung tentang pemakaian plastik. SNI Corner menyediakan buku tentang “Tips Memilih Wadah Plastik Yang Aman”. Dokumen tersebut memuat informasi tentang arti kode kemasan plastik, sifat bahan plastik serta cara pemakaian bahan plastik. Dokumen ini telah dimanfaatkan pengunjung (mahasiswa), sehingga terinformasikan standar bahan plastik yang baik.
Keberadaan Perpustakaan UNEJ yang menyandang sertifikat ISO 9001:2008 tentang Sistem Manajemen Mutu. Predikat tersebut menarik perhatian seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik untuk melakukan penelitian bidang perpustakaan dan ISO 9001:2008. Dokumen tersebut tersedia di SNI Corner. Melalui layanan SNI Corner, dokumen dengan judul “Sistem Manajemen Mutu: SNI ISO 9001:2008 Penerapan pada Usaha Kecil dan Menengah” dan dokumen SNI 7330:2009 tentang Perpustakaan Perguruan Tinggi dapat dimanfaatkan mahasiswa. Dalam proses penelitian tersebut secara tidak langsung tersosialisasikan tentang standarisasi  ISO 9001:2008 dan perpustakaan perguruan tinggi.
Dalam SNI 7330:2009 (Perpustakaan Perguruan Tinggi) dikatakan Pustakawan perguruan tinggi adalah pegawai yang berpendidikan serendah-rendahnya sarjana di bidang ilmu perpustakaan dan informasi atau yang disetarakan, dan diberi tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan kepustakawanan pada unit-unit perpustakaan. Selain itu, dijelaskan pula definisi tentang istilah-istilah perpustakaan, layanan perpustakaan, penyelenggaraan perpustakaan, kepala perpustakaan, gedung perpustakaan, anggaran perpustakaan dan lain-lain. Komponen tersebut dapat digunakan sebagai acuan bahan referensi tugas akhir dan acuan standarisasi perpustakaan perguruan tinggi yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa sebagai pelanggan utama yang berkunjung. Budaya standar akan terbentuk sebagai efek pengkajian literatur tentang standardisasi dan diharapkan akan dipergunakan sebagai refererensi standar dalam penetapan kebijakan.
Pengetahuan tentang sistem manajemen mutu ISO 9001:20018, prinsip yang ditetapkan, manfaat serta penerapannya tertera secara gamblang di jelaskan dalam buku Sistem Manajemen Mutu: SNI ISO 9001:2008 Penerapan pada Usaha Kecil dan Menengah. Pembahasan materi dalam buku ini memberikan dampak pola pikir/mindset  kepada mahasiswa akan pentingya sebuah standar mutu dalam sebuah perusahaan/ organisasi seperti halnya perpustakaan.
Respon pengunjung SNI Corner menunjukkan bukti bahwa SNI Corner telah dikenal dan tersosialisasi pada mahasiwa UNEJ.
Pemanfaatan SNI Corner UNEJ melalui layanan pemesanan dokumen SNI
Berikut adalah tabel laporan kemajuan pemanfaatan dokumen SNI melalui layanan pemesanan dokumen baik online maupun offline.

Tabel 4.2 Rekapitulasi Layana Pemesanan Dokumen SNI 2016-2017
Bulan
Jumlah Pemesanan Dokumen SNI
Keterangan
(online dan offline)
2016
2017
Januari
-
6
SNI Corner UNEJ mulai Oktober 2016
Pebruari
-
7
Maret
-
5
April
-
4
Mei
-
8
Juni
-
9
Juli
-
8
Agustus
-
9
September
-
12
Oktober
-
5
Nopember
14
6
Desember
16
4
Jumlah
30
83

   Sumber: Data sekunder, UPT Perpustakaan UNEJ 2017

Dari tabel 4.2 dapat diketahui jumlah layanan pemesanan dokumen SNI baik pemesanan online maupun offline pada tahun 2016 sejumlah 30 pemesan (1,5%) dan mengalami kenaikan pada tahun 2017 yaitu 83 pemesan (6,92%). Pemesan yang mayoritas adalah mahasiswa UNEJ, menunjukkan bahwa pada tahun 2016 mahasiswa UNEJ telah menciptakan budaya standar melalui layanan di SNI Corner yaitu dengan menciptakan dan mengembangkan pola pikir tentang standardisasi dalam proses pembelajaran, proses tugas akhir dan proses penelitian. Mahasiswa berperan aktif mempelajari, mencermati serta mengeksplorasi dokumen SNI sehingga dapat merubah pola pikir secara standar dalam upaya peningkatan kompetensinya.
Beberapa fakta yang dapat dibuktikan dalam menciptakan budaya standar pada mahasiswa UNEJ melalui layanan SNI Corner adalah memberikan layanan pemesanan dokumen SNI sebagai upaya mahasiswa dalam proses pembelajaran baik berupa tugas perkuliahan maupun proses tugas akhir. Kebutuhan sumber informasi/ literatur yang berstandar sangat relefan adalah dokumen SNI.
Sebagai bentuk realisasinya yaitu mahasiswa Fakultas Peranian dan Fakultas Teknologi Pertanian, membutuhkan dokumen SNI tentang Yogurt SNI 2981:2009.  Melalui layanan pemesanan, mahasiswa mendapatkan dokumen berupa informasi standardisasi yogurt yang siap konsumsi seperti penetapan syarat mutu, pengambilan contoh, dan cara uji yogurt. Klasifikasi, komposisi, syarat mutu, cara uji dan lain-lain. Informasi yang didapat sebagai acuan dalam tugas pembelajaran, proses tugas akhir dan proses penelitian, kemudian selanjutnya akan dipergunakan sebagai pedoman dan pengetahuan tentang yogurt.
Selanjutnya, melalui layanan pemesanan pula, dokumen SNI telah dimanfaatkan mahasiswa Fakultas Teknik sebagai acuan dalam menentukan konstruksi jembatan (SNI 03-3428-1994) : Jembatan gantung untuk pejalan kaki, tata cara perencanaan teknik. Mahasiswa Fakultas Teknik berupaya mendapatkan informasi standardisasi tentang jembatan gantung sebagai acuan dan pegangan bagi perencana dalam  menetapkan dasar­dasar  perencanaan teknik jembatan gantung  untuk lalu-lintas pejalan kaki dengan tujuan untuk penyeragaman dalam perencanaan teknik jembatan gantung yang diperuntukan lalu-lintas pejalan kaki.
Fakta berikutnya adalah layanan pemesanan SNI berasal dari mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), membutuhkan dokumen standar permainan anak-anak.Terdapat SNI ISO 8124-3:2010 tentang Keamanan mainan - Bagian 1: Aspek keamanan yang berhubungan dengan sifat fisis dan mekanis. Dari dokumen ini, mahasiswa sudah tersosialisasikan secara tidak langsung, bahwa mainan anak juga harus berstandar. Tidak sekedar mainan anak, tetapi harus memperhatikan faktor keamanan.
Mahasiswa FKIP tersebut, juga terpenuhi kebutuhannya ketika membutuhkan dokumen yang berkaitan dengan mainan anak, yaitu buku BSN yang berjudul Standar Keamanan Mainan Anak. Dalam dokumen dipaparkan  tentang:
1.    Kemanan keselamatan dan kesehatan mainan, yaitu mainan yang berstandar adalah mainan yang sesuai dengan SNI
2.    Memilih mainan anak, yang tidak hanya berdasar trend dan model. Akan tetapi lebih mengedepankan pada aspek keamanan dengan memilih mainan yang berlabel sebagai arahan bahwa mainan tersebut direkomendasikan anak usia yang sesuai. Berikutnya adalah adanya logo SNI. Memilih mainan anak juga harus melihat ukuran, bentuk dan materi maianan, mekanisme mainan serta aturan jika mainan itu bersuara.
3.    Bimbingan dan pengawasan terhadap mainan anak sehingga mainan dapat diperlakukan secara tepat.
4.    Menjaga mainan anak, yaitu dengan merapikan mainan dan rutin memeriksa mainan.
5.    Pertanyaan umum kemanan mainan
Dan masih banyak dokumen-dokumen SNI lain yang sangat dibutuhkan mahasiswa UNEJ dalam upaya menciptakan budaya standar melalui layanan SNI Corner. Dari layanan dokumen SNI ini diharapkan UNEJ akan lebih produktif dan akurat dalam menghasilkan riset dan penelitian dengan penerapan standardisasi pada setiap langkah dan pengujiannya.
Berdasarkan identifikasi, observasi dan wawancara kepada mahasiswa, diperoleh alasan berkunjung ke SNI Corneradalah:
1.    Mencari dokumen standar sebuah topik terpilih
2.    Ingin mengetahui tentang SNI Corner, koleksi/dokumen SNI serta layanannya 
3.    Sebagai sarana dan prasarana yang menunjang dalam pembelajaran
4.    Adanya ruangan yang nyaman dan representative dalam belajar mandiri maupun kelompok
Sedangkan maanfaat layanan SNI Corner UNEJ, menurut mahasiswa UNEJ adalah:
1. Mendapat dokumen standar dengan mudah
2. Mengetahui informasi tentang standardisasi melaui dokumen SNI baik secara online maupun offline
3. Dapat melakukan pemesanan dokumen standardisasi
4. Terbentuk pola pikir yang kritis tentang standardisasi sehingga dapat membentuk budaya standar.
Dalam upaya menciptakan budaya standar, kendala/ hambatan dalam layanan pemesanan di SNI Corner adalah:
1.  Birokrasi yang tidak sederhana dalam melakukan layanan pemesanan dokumen SNI
2.  Butuh waktu yang cukup lama pada layanan pemesanan untuk medapatkan dokumen SNI dalam bentuk cetak, pada kurun waktu tertentu. Sementara mahasiswa butuh waktu cepat untuk segera menyelesaikan tugas sesuai dengan deadline  yang telah ditentukan. Hal ini bertentangan dengan prinsip bahwa, perpustakaan harus cepat tanggap terhadap kebutuhan pengguna akan informasi yang akurat, relevan dan tepat waktu (Dwijati, 2006)
3. Biaya/ongkos kirim yang kurang proporsional jika dibanding dengan harga dokumen SNI itu sendiri
4. Belum paham tentang tata cara pemesanan dokumen SNI.
5. Personal Computer yang tersedia masih terbatas (3 PC) belum sesuai dengan kebutuhan pemakai.

KESIMPULAN
Menciptakan budaya standar pada mahasiswa UNEJ dapat diaplikasikan melalui layanan SNI Corner dengan mengunjungi SNI Corner untuk mendapatkan informasi/sosialisasi sederha tentang standardisasi, membaca dokumen SNI dan melakukan layanan pemesanan dokumen SNI untuk proses pembelajaran, proses tugas akhir dan proses penelitian.

DAFTAR PUSTAKA
BSN. (2013). Sistem Manajemen Mutu: SNI ISO 9001:2008 Penerapan pada Usaha Kecil dan Menengah. Jakarta: BSN
BSN. (2009). SNI 7330:2009.Perpustakaan Perguruan Tinggi. Jakarta: BSN
BSN. (2014). Standar Keamanan Mainan Anak.Jakarta: BSN
BSN. (2017).Tips Memilih Wadah Plastik Yang Aman. Jakarta: BSN
BSN(2014).Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2014 tentang Standarisasi dan Penilaian Kesesuaian. Jakarta:BSN
Dwijati, Rr. Siti. (2006). Upaya Meningkatkan Kualitas Jasa Layanan Informasi di Perpustakaan. Bulletin Perpustakaan Universitas Airlangga Vol.1.N.2.pmd (hal.16-20)
http://www.bsn.go.id/main/berita/berita_det/8194/Pembekalan-BSN-Essay-Competition-2017#.W2F-JtIzbIU) JAKARTA (Pos Sore) diakses pada 28 Juli 2018
https://www.kbbi.web.id/budaya, diakses pada 30 Juli 2018
Koentjaraningrat (2000). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Radar Jaya Offset
Linton, Ralph (1984) Antropologi: Suatu Penyelidikan Tentang Manusia. Bandung: Jemars.
Nuraeni, Yeni. (2010). Perancangan Sistem Informasi Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi Bidang Sumber Daya Manusia. Journal of Information Systems.UI, Volume 6, Issues 1, April (hal.32-43) (https://scholar.google.co.id/scholar?hl=en&as_sdt=0%2C5&q=penjaminan+mutu&btnG= diakses 2 September 2018)












.


























Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puasa Koping

WRITING COMPETITION SEBAGAI UPAYA MENCIPTAKAN KREATIVITAS MENULIS PADA MAHASISWA UNIVERSITAS JEMBER