WRITING COMPETITION SEBAGAI UPAYA MENCIPTAKAN KREATIVITAS MENULIS PADA MAHASISWA UNIVERSITAS JEMBER
WRITING COMPETITION SEBAGAI UPAYA MENCIPTAKAN KREATIVITAS MENULIS PADA
MAHASISWA UNIVERSITAS JEMBER
Khusnun Nadhifah
UPT Perpustakan
Universitas Jember
Jl. Kalimantan No. 37,
Kampus Tegalboto Jember, Jawa Timur 68121
ABSTRAK
Sebagai perwujudan peran perpustakaan dalam menunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi dan upaya menciptakan serta menumbuhkembangkan
kreativitas menulis mahasiswa sebagai generasi muda, Perpustakaan Universitas
Jember(UNEJ) melakukan kegiatan writing competition di kalangan perguruan
tinggi se-Kabupaten Jember.
Tujuan penulisan ini
adalah memberikan wacana informasi (informative discourse) bahwa melalui kegiatan writing
competition, dapat menciptakan dan menumbuhkembangkan kreativitas mahasiswa khususnya
mahasiswa UNEJ melalui karya tulisnya.
Metode yang digunakan adalah kajian kegiatan/studi kasus yang yang diilustrasikan dan lebih mendekatkan pada kajian
deskriptif pada kegiatan Writing Competition di UPT Perpustkaan UNEJ, dan ditunjang dengan lieratur
serta data-data terkait. Mengidentifikasi, menganalisa serta menginvestigasi
lebih dalam terhadap kajian objek penelitian
Kegiatan writing
competition telah menciptakan karya sejumlah
176 karya tulis mahasiswa yang terbagi dalam 49 karya tulis ilmiah dan 127 karya tulis dalam bentuk cerita pendek.
Peserta terbanyak adalah 151 atau 85,80% berasal dari mahasiswa
UNEJ khususnya mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan dengan jumlah peserta 63 mahasiswa atau 41,72%
Kata kunci: generasi muda, kreativitas,
writing competition
ABSTRACT
As a manifestation of the role of libraries in
supporting Tri Dharma Perguruan Tinggi and efforts to create and develop
creativity of writing students as a young generation, Jember University
ofLibrary (UNEJ) conducted writing competition activities among universities
throughout Jember Regency.
The purpose of this paper is to provide information
discourse (informative discourse) that through writing competition activities,
can create and develop student creativity, especially UNEJ students through his
paper.
The method used is the study of case studies / case
illustrated and closer to the descriptive study of the Writing Competition
activities in the UNEJ Library, and supported by the lieratur and related data.
Identify, analyze and investigate more deeply to study the object of research
Writing competition has created 176 student papers
written in 49 scientific papers and 127 papers in short stories. Most
participants were 151 or 85.80% came from UNEJ students especially students
from the Faculty of Teacher Training and Education with the number of
participants 63 students or 41.72%
Keywords: young generation, creativity, writing competition
1. Pendahuluan
UPT Perpustakaan Universitas
Jember (UNEJ) merupakan perpustakaan perguruan tinggi yang mempunyai peran penting
dalam meningkatkan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan
dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan serta Pengabdian kepada Masyarakat.
Pada aspek pendidikan dan
pengajaran, perpustakaan selayaknya dapat menunjukkan perannya sebagai mitra
dalam transformasi ilmu dan memberikan edukasi kepada pelanggannya terutama
mahasiswa sebagai generasi muda
Bagaimana asset yang
dimiliki Perpustakaan UNEJ dapat memberikan manfaat dan berkonstribusi kepada
pemustaka khususnya pada pemikiran mahasiswa. Mahasiswa sebagai generasi muda
yang masih mempunyai kekuatan utuh, waktu yang sangat banyak serta kesempatan
yang luas dalam berkarya, sudah selayaknya harus dapat berkiprah menyumbangkan
gagasan/ide serta pemikiran dalam dunia ilmu pengetahuan.
Menulis merupakan
suatu katrampilan dan keahlian/skill
yang harus dimiliki dan perlu diasah mahasiswa dalam menghasilkan sebuah karya yang segar agar bermanfaat pada
masyarakat luas. Menulis juga
dapat meningkatkan kreativitas seseorang,
yaitu kreatif mencari ide, kreatif dalam berpikir, kreatif mencari sumber
literature, kreatif berimajinasi dan lain-lain sebagai daya dukung karya
tulisnnya.
Writing cmpetition merupakan ajang dalam proses pembelajaran menulis mahasiswa
yang dilakukan dengan pengamatan, mendengar, membaca serta berbagi pengalaman.dalam
penyampaian ilmu pengetahuan lewat tulisan.
Tujuan writing competition
adalah:
a.
Mengenalkan
lebih dekat antara pemustaka dengan seluruh kegiatan/ layanan dan fasilitas yang dimiliki UPT Perpustakaan
UNEJ
b.
Menciptakan
kreativitas mahasiswa dalam proses kepenulisan baik yang bersifat ilmiah maupun
non ilmiah, yaitu dalam bentuk cerita pendek.
c.
Mendorong
dan meningkatkan minat baca mahasiswa
Peserta
writing competition terbagi dalam 2
kategori, yaitu kategori Cerita
Pendek/Cerpen dan Karya
Tulis Ilmiah/ KTI. Peserta berasal dari perguruan tinggi negeri dan swasta
se-Kabupaten Jember yaitu UNEJ, IAIN Jember, Politeknik Jember, Universitas
Muhammadiyah Jember dan STIE Mandala Jember. Tema yang diangkat adalah bebas untuk kategori Cerpen dan “Meningkatkan kualitas pendidikan di
indonesia” untuk kategori Karya Tulis Ilmiah/ KTI.
Dalam
upaya peningkatan jumlah peserta sebanyak-banyaknya, UPT Perpustakaan UNEJ menyebarluaskan
poster di seluruh perguruan tinggi baik negeri maupun swasta se Kabupaten
Jember Pada poster terpampang informasi penghargaan bagi mereka yang terplih
sebagai nominasi terbaik, dengan harapan dapat memotivasi mahasiswa berperan
serta. Pendaftaran bersifat free atau
tidak dipungut biaya. Poster yang sudah terangkai kalimat dan gambar dapat
dilihat pada gambar 1.

Gambar 1. Poster writing competition
Sumber: UPT Perpustakaan UNEJ
Dari.poster yang telah dipublikasikan, writing competition mendapatkan peserta.yang dapat dilihat pada
tabel 1.1 dan tabel 1.2.
Tabel 1.1 Peserta Writing
Competition Kategori Cerpen,UNEJ 2017
|
No
|
Nama
Perguruan Tinggi
|
Jumlah Peserta
|
Prosentase (%)
|
|
|
1.
|
Universitas
Jember
|
106
|
83,46
|
|
|
2.
|
IAIN
Jember
|
14
|
11,02
|
|
|
3.
|
Politeknik
Jember
|
5
|
3,94
|
|
|
4.
|
Universitas
Muhammadiyah Jember
|
1
|
0,79
|
|
|
5.
|
STIE
Mandala Jember
|
1
|
0,79
|
|
|
|
Jumlah
|
127
|
100
|
|
Sumber: Data
Sekunder, 2017
Peserta Writing Competition dengan kategori KTI dapat dilihat pada tabel 1.2
Tabel 1.2 Peserta Writing
Competition Kategori KTI,UNEJ 2017
|
No.
|
Nama
Perguruan Tinggi
|
Jumlah
Peserta
|
Prosentase
(%)
|
|
1.
|
Universitas Jember
|
45
|
91,84
|
|
2.
|
Politeknik Jember
|
3
|
6,12
|
|
3.
|
Universitas Muhammadiyah
Jember
|
1
|
2,04
|
|
|
Jumlah
|
49
|
100
|
Sumber: Data
Sekunder, 2017
Berdasar tabel 1.1 dan tabel 1.2, peserta terbanyak
adalah 106 atau 83,46% berasal dari mahasiswa UNEJ dengan
kategori Cerpen dan 45 atau 91,84% dengan kategori KTI.
Berdasarkan fakta
tersebut maka penulis mengambil judul “Writing
Competition sebagai Upaya Menciptakan Kreativitas Menulis pada Mahasiswa
Universitas Jember”.
1.1 Rumusan Masalah
Bagaimana writing competition dapat menciptakan kreativitas pada mahasiswa UNEJ?
1.2 Tujuan
Menganalis writing competition untuk menciptakan kreativitas pada mahasiswa UNEJ.
2.
Tinjauan Pustaka
2.1 Pengertian Menulis
Menulis adalah suatu
kegiatan mengungkapkan gagasan/ide dalam sebuah tulisan yang bertujuan menginformasikan
kepada pembaca. Informasi yang disampaikan kepada pembaca bermacam-macam
tergantung dari apa yang ditulis oleh seorang penulis itu sendiri. Ada yang
sekedar menginformasikan saja, ada yang berupa himbauan, petunjuk tentang suatu
kegiatan, dan lain-lain.
Banyak pakar yang memberikan
definisi/pengertian tentang menulis. Penulis dapat menumpahkan segala perasaan
atau pengalaman yang dialami dalam kehidupan yang dicurahkan dalam sebuah
tuliasan. Hyland (2003:9) mengungkapkan bahwa menulis adalah cara menyampaikan,
mengungkapkan perasaan dan berbagi pengalaman penulis kepada pembaca dengan
menggunakan bahasa tulis.
Sedangkan menulis menurut
Reid (1987:34) adalah suatu proses untuk mengungkapkan ide, pikiran dan
perasaan atau pengalaman penulis dengan menggunakan sistem yang konvensional
sehingga pembaca memahami pesan yang dikirim. Pada dasarnya definisi menulis
adalah mengungkapkan gagasan dan pemikiran, seperti yang dicantumkan dalam Kamus Besar Bahasa Idonesia (KBBI), adalah
melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat) dengan
tulisan.
Beberapa tulisan juga ada
yang berisi tentang menulis pengalaman, sebagaimana diungkapkan Wiyanto (2004:4)
tulisan adalah rekaman peristiwa, pengalaman, pengetahuan, ilmu, serta
pemikiran manusia. Menulis dapat menghantarkan seseorang memperoleh ilmu
pengetahuan, menjadi kreatif dan pada akhirnya dapat mencapai kesuksesan,
seperti yang diungkapkan Kuswari (2009:28) bahwa menulis merupakan kegiatan
yang mengasyikan bahkan menulis bisa disebutkan sebagai kegiatan kreatif yang
akan mengantarkan siswa menjadi orang yang sukses di bidang karya tulis.
2.1.1
Tujuan Menulis
Menurut Tarigan (1994:23),
tujuan menulis (the writer’s intention)
adalah respons atau jawaban yang diharapkan oleh penulis dari pembaca. Sedangkan
tujuan menulis adalah:
a.
Memberitahukan atau mengajarkan disebut wacana informasi (informative discourse)
b. Meyakinkan atau mendesak
disebut wacana persuasif (persuasive
discourse)
c.
Menghibur atau menyenangkan atau yang mengandung tujuan
estetik disebut tulisan literer (wacana kesusastraan atau literary discourse)
d.
Mengekspresikan perasaan dan emosi yang kuat dan berapi-api
disebut wacana ekspresif (ekspressive diacourse)
Berdasarkan tujuan penulis
dalam menyampaikan gagasannya, penulis mempunyai gaya masing-masing, tergantung
apa yang akan menjadi tujuannya. Menulis juga bertujuan meningkatkan
kreativitas, seperti yang diungkapkan Hartig (Tarigan 1994:24-25) bahwa tujuan menulis meliputi (1) tujuan penugasan /assignment purpose, yaitu menulis karena
ditugaskan, (2) tujuan altruistik /altruistic
purpose, yaitu menyenangkan pembaca, (3) tujuan persuasif persuasive purpose, yaitu meyakinkan
pembaca dan kebenaran gagasan yang diutamakan, (4) tujuan informasional informational purpose, yaitu memberi
informasi kepada pembaca, (5) tujuan pernyataan diri self-expressive purpose, yaitu memperkenalkan diri sebagai
pengarang kepada pembaca, (6) tujuan kreatif /creative purpose, yaitu mencapai nilai-nilai artistik dan
nilai-nilai kesenian, (7) tujuan pemecahan masalah/problem-solving purpose, yaitu mencerminkan serta menjelajahi
pikiran-pikiran agar dimengerti dan diterima oleh pembaca.
Sejalan dengan pendapat di
atas, menurut Pardiyono (2007:8) ada 5 indikator/karakteristik yang harus
diimplementasikan penulis agar tulisannya dapat
dipahami oleh penulis sendiri, sebagai
berikut:
a. Tujuan menulis (purpose)
b. Kepada siapa tulisan itu
ditujukan/pembaca (reader)
c. Struktur retorik (rhetorical structure)
d. Realiasasi penggunaan
bentuk kebahasaan (linguistic realization
or grammatical patterns)
e. Perangkat tekstual (textual devices)
2.1.2 Manfaat Menulis
Menulis mempunyai manfaat sangat positif.
Beberapa diantaranya adalah penulis bisa menjadi banyak dikenal orang, secara
materiil mendapatkan imbalan. Jika dalam jabatan fungsional, menulis bermanfaat
mendapatka poin sebagai angka kredit dan koin sebagai imbalan ketika jabatan
fungsional telah telah melekat. . Selain manfaat tersebut, Artati (2008: 5)
menyatakan bahwa menulis memiliki beberapa manfaat, yaitu (1)Sarana untuk
mengungkapkan diri. Mengungkapkan
perasaan hati dapat dilakukan dengan menulis. Peraan gelisah, marah, sedih,
atau bahagia akan dapat diungkapkan perasaannya lewat tulisan seperti cerita
pendek, puisi, dan lain-lain.(2) Sarana untuk pemahaman seseorang yang membaca
buku berarti ia menambah pengetahuan dalam pikiran. (3) Mengembangkan kepuasan
pribadi, kebanggaan, dan perasaan harga diri. Dengan menulis apa saja yang ada
pemikirannya, seorang penulis juga akan meras puas telah menuangkan segala apa
yang ada di otaknya. Tidak semua orang bisa dan mau menulis, sehingga ketika kita
bisa menulis, akan menjadi kebanggaan tersendiri dapat mencipatakan sebuah
tulisan yang dapat bermanfaat bagi orang lain.(4) Meningkatkan kesadaran
terhadap lingkungan. Tuntutan bagi seorang penulis adalah berwawasn luas dan
selalu mendapatkan informasi terbaru, yang lagi trend. Belajar dan terus belajar adalah sebuah kewajiban untuk
meningkakan kualitas karya tulisnya.(5) Keterlibatan secara bersemangat. Seorang penulis merupakan seorang pencipta. Ia
disebut kreatif. Jika ada sesuatu yang tidak baik, ia akan terpanggil untuk
mengomentari lewat tulisan-tulisannya. Kemampuan menggunakan bahasa merupakan
alat yang digunakan untuk menulis. Seseorang yang ingin menulis harus menguasai
bahasa sebagai alat untuk menulis. Menurut Artati dalam buku yang lain (2007:
12) menjelaskan bahwa manfaat menulis adalah (1) Memperoleh keberanian. Sebagian besar orang takut menulis karena
khawatir kalau-kalau tulisannya ditolak, dicemooh, disalahkan, dan kekhawatiran
lainnya.Padahal apa yang mereka khawatirkan belum tentu terjadi. (2) Membantu
memecahkan masalah. Menulis sebenarnya merupakan proses berpikir jangka panjang
untuk merenung dan memusatkan perhatian pada suatu masalah. (3) Membantu
memperoleh dan mengingat informasi. Menulis merupakan suatu proses pengungkapan
kembali tentang segala sesuatu yang telah terekam dalam otak seseorang.
2.2
Pengertian Kreativitas
Kreativitas merupakan
kemampuan seseorang untuk menciptakan ide atau hal-hal yang baru, seperti yang
didefinisikan Ngalimun dkk (2013: 44) kreativitas adalah kemampuan untuk
menciptakan sesuatu yang baru. Menurut KBBI, kreativitas didefenisikan sebagai kemampuan untuk mencipta. Sedangkan
menurut Conny R Semiawan (2009: 44) kreativitas adalah modifikasi sesuatu yang sudah
ada menjadi konsep baru.
Dari uraian definisi di atas dapat dikatakan pada
dasarnya setiap orang mempunyai kreativitas untuk menciptakan
sesuatu/ide/gagasan baru. Kreativitas dapat meningkatkan sebuah hasil karya
yang lebih bermanfaat dari karya yang diciptakan sebelumnya. Kreativitas
menulis pada dasarnya telah dimiliki setiap manusia yang lahir. Tergantung
apakah seseorang akan mengembangkan/mengasah kreativitas tersebut atau tidak.
Kreativitas menulis dapat menjadi sebuah karya yang besar yang melahirkan ide
baru, produk baru dalam usaha peningkatan kualitas hidupnya.
3. Metode
Metode yang digunakan dalam penelitian adalah dengan kajian
kegiatan/studi kasus yang diilustrasikan dan
lebih mendekatkan pada kajian deskriptif terhadap kegiatan yang dilakukan UPT Perpustkaan
UNEJ, yaitu kegiatan Writing
Competition yang ditunjang dengan lieratur yang terkait. Mengidentifikasi,
menganalisa serta menginvestigasi lebih dalam terhadap kajian objek penelitian
4. Hasil
dan pembahasan
Seluruh aktivitas menulis, baik Cerpen mapun karya ilmiah pada dasarnya merupakan
suatu proses menciptakan kreativitas menulis. Termasuk kegiatan writing competition yang diadakan UPT
Perpustakaan UNEJ . Kegiatan ini menuntut kreativitas tinggi untuk menghasilkan
sebuah karya tulis baik Cerpen maupun KTI
Dari
hasil observasi dan wawancara kepada peserta lomba, beberapa yang menjadi
alasan peserta/mahasiswa mengikuti kegiatan writing
competition adalah:
1.
Mengasah
otak dalam mencari sebuah ide/ gagasan.
Ide/gagasan dapat
diperoleh dalam kegiatan writing
competition
2.
Memperbanyak
pengalaman menulis.
Semakin banyak karya
yang dikompetisikan, akan semakin banyak pula tingkat pengetahuan serta
pengalaman menulis sebuah karya. Kesalahan dan kekurangan dalam menulis akan
menjadikan perbaikan dalam karya berikutnya.
3.
Menyalurkan
hobi menulis.
Bagi mereka yang
mempunyai hobi menulis, kegiatan lomba menulis adalah kegiatan yang sangat
diharapkan.
4.
Berpartisipasi
dalam kegiatan yang diadakan UPT perpustakaan UNEJ.
5.
Memperbanyak
teman sesama hobi, yang dapat memotivasi semangat menulis
6.
Keinginan
untuk mendapatkan penghargaan/hadiah.
Motivasi peserta yang
lain adalah berharap mendapatkan penghargaan atas hasil karyanya. Baik berupa
piala, sertifikat atau pun penghargaan lainnya.
Menurut
Guilford (dalam Winardi, 1973) seseorang dikatakan berpikir kreatif adalah :
(1) Problem sensitivity (kepekaan
terhadap masalah). (2) Idea fluency
(kemampuan menciptakan ide-ide). yaitu untuk menciptakan ide-ide atau
pilihan-pilihan alternatif dalam jumlah besar, (3) Flexibility (fleksibilitas). Orang-orang kreatif cenderung sangat
mudah menyesuaian diri dalam pendekatan terhadap suatu masalah. Bila diketahui
pendekatan pada suatu masalah tidak
membawa hasil seperti yang diinginkan, maka dengan mudah mengganti
pendekatan lain, (4) Originality (orisinalitas). Orang yang kreatif biasanya
bukan saja dapat menciptakan sejumlah besar ide atau pilihan-pilihan
alternatif, tetapi ia dapat juga menciptakan ide-ide yang baru.
Berdasarkan
paparan yang telah dijelaskan, menunjukkan bahwa mahasiswa UNEJ telah menciptakan
kreativitas dalam menghasilkan karya tulis berupa Cerpen dan KTI.
Menulis adalah proses penyampaian
informasi secara tertulis dengan menggunakan cara berpikir yang kreatif (Dalman
2014:5). Berdasar tabel 1.1 dan tabel 1.2 proses menciptakan
kreativitas melalui menulis telah dilakukan 45 mahasiswa peserta lomba KTI dan
106 mahasiswa peserta lomba Cerpen untuk menghasilkan sebuah karya. Mahasiswa
UNEJ berperan serta menyemarakkan writing
competition yang merupakan bagian dari
kegiatan literasi informasi yang diadakan
UPT Perpustakaan UNEJ. Mahasiswa dengan kreativitas optimalnya
memanfaatkan koleksi perpustakaan. Kemampuan mencari sumber literatur sebagai
upaya melengkapi karya tulisnya cepat serta akurat menuntut kreativitas yang
sangat tinggi bagi penulis.. Membaca dan mencerna kembali apa yang ada dalam
sumber informasi baik buku teks, koleksi fiksi dan non fiksi, e-book, internet, jurnal nasional dan
internasional, repository UNEJ serta sumber-sumber informasi yang lain.
Selain
itu penulis dituntut dapat meciptakan kreativitas mengungkapan kembali melalui
tulisan yang menarik. Hal ini sejalan dengan pendapat Yunus (dalam
Puspitasari,2017) mengatakan, “menulis kreatif dapat didefinisikan sebagai
proses menulis yang bertumpu pada pengembangan daya cipta dan ekspresi pribadi
dalam bentuk tulisan yang baik dan menarik”. Pengertian ini mengartikan bahwa
menulis kreatif menekankan pada proses aktif seseorang untuk menuangkan ide dan
gagasan melalui cara yang tidak biasa sehingga mampu menghasilkan karya yang
berbeda, baik, dan juga menarik (Puspitasari,2017)
Menurut
Pranoto (2004), proses menulis yang bersifat kreatif disebut penulisan kreatif/creative writing. Bersifat kreatif
karena penulis harus mereka-reka sedemikan rupa dengan memasukkan imajinasi,
pengalaman nyata, serta memasukkan unsur seni, khususnya seni sastra (Pranoto,2004).
Bagaimana tulisan yang diciptakan dapat dimengerti orang lain dan menarik untuk
dibaca. Pemilahan, serta pemilihan sebuah kata yang terangkai dalam sebuah
kalimat menjadi informasi/sumber pengetahuan bagi orang lain. Kreativitas
menambahkan sebuah ilustrasi/gambar, tabel atau grafik pada sebuah karya tulis
dengan harapan pembaca dapat tertarik dan menambah pemahaman/penjelasan dengan
apa yang ditulis.
Pada
penulisan Cerpen, kreativitas yang dibutuhkan adalah kesesuaian pemilihan tema
dan judul yang ditetapkan, kreativitas mendeskripsikan fisik seorang tokoh
dalam alur carita yang dipaparkan, kreatif dalam mendeskripsikan watak dan
kepribadian dari tokoh utama, pencermatan dalam menulis sebuah peristiwa,
penciptaan alur cerita dari permulaan, puncak cerita dan mengakhiri/menutup
cerita. Hal ini sejalan dengan penelitian Puspitasari (2017) tentang Hubungan
Kemampuan Berpikir Kreatif dengan
Kemampuan Menulis Cerpen (Studi
Korelasional pada Siswa SMA Negeri 39 Jakarta)
Menurut
Puspitasari (2017) terdapat hubungan positif dan signifikan antara kemampuan
berpikir kreatif dengan kemampuan menulis cerpen. Penelitiannya menunjukkan
bahwa kemampuan menulis cerpen tidak akan muncul dengan sendirinya, melainkan
ditentukan oleh beberapa faktor yang di antaranya adalah kemampuan berpikir
kreatif.
Hasil kegiatan menunjukkan peserta Writing Competition kategori Cerpen terbanyak berasal dari
mahasiswa UNEJ khususnya FKIP mendapatkan prosentase tertinggi , yang dapat
dilihat pada tabel 4.1
Tabel 4.1 Peserta Writing Competition, Cerpen dari UNEJ
2017
|
No.
|
Nama
Fakultas
|
Jumlah
Peserta
|
Prosentase
(%)
|
|
1.
|
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
|
48
|
44,86
|
|
2.
|
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
|
17
|
15,89
|
|
3.
|
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
|
8
|
7,48
|
|
4.
|
Fakultas Ilmu Budaya
|
7
|
6,54
|
|
5.
|
Fakultas Kesehatan Masyarakat
|
5
|
4,67
|
|
6.
|
Fakultas Hukum
|
5
|
4,67
|
|
7.
|
Fakultas Teknologi Pertanian
|
5
|
4,67
|
|
8.
|
Fakultas Keperawatan
|
4
|
3,74
|
|
9.
|
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam
|
4
|
3,74
|
|
10.
|
Fakultas Pertanian
|
1
|
1,87
|
|
11.
|
Fakultas Teknik
|
2
|
1,87
|
|
|
Jumlah
|
106
|
100
|
Sumber: Data Sekunder, 2017
Berdasar
Tabel 4.1 jumlah peserta tertinggi yaitu
48 (44,86%) mahasiswa FKIP. Berdasarkan
observasi dan wawancara kepada peserta alasan mengikuti menulis cerpen adalah kebebasa
tema dalam penulisan Cerpen. Penulisan Cerpen tidak membutuhkan data-data detil
yang mendukung kepenulisan, sehingga
lebih efisien waktu, tidak membutuhkan analisa serta kajian dalam
menulis Cerpen. Karena sifat tema bebas, sehingga penulisan Cerpen cenderung
pada pengalaman pribadi, terutama pada tema percintaan.
Sedangkan
untuk writing competition dengan
kategori KTI dari mahasiswa UNEJ dapat dilihat pada
tabel 4.2
Tabel 4.2 Peserta Writing Competition, KTI dari UNEJ 2017
|
No.
|
Nama Fakultas
|
Jumlah
Peserta KTI
|
Prosentase (%)
|
|
1.
|
Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan
|
15
|
33,33
|
|
2.
|
Fakultas Ekonomi dan
Bisnis
|
4
|
8,89
|
|
3.
|
Fakultas Farmasi
|
1
|
2,22
|
|
4.
|
Fakultas Hukum
|
2
|
4,44
|
|
5.
|
Fakultas Ilmu Budaya
|
2
|
4,44
|
|
6.
|
Fakultas Ilmu Sosial dan
Ilmu Politik
|
8
|
17,78
|
|
7.
|
Fakultas Keperawatan
|
4
|
8,89
|
|
8.
|
Fakultas Kesehatan
Masyarakat
|
4
|
8,89
|
|
10.
|
Fakultas Pertanian
|
3
|
6,67
|
|
11.
|
Fakultas Teknologi
Pertanian
|
2
|
4,44
|
|
|
Jumlah
|
45
|
100
|
Sumber: Data Sekunder, 2017
Berdasar tabel 4.2 peserta
tertinggi yaitu 15 (33,33%) mahasiswa FKIP. Keterkaitan antara tema “Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Indonesia”
dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan /FKIP sangat
berkesinambungan. Hal ini mempengaruhi partisipasi mahaiswa mengikuti writing competition. Salah satu alasan
peserta mengikuti kegiatan ini adalah tema yang ditetapkan berkaitan dengan
mata kuliah yang diajarkan yaitu Pengantar Ilmu Pendidikan.
Literasi
informasi dalam penulisan KTI membutuhkan pemilihan dan perumusan tema yang
ditetapkan, mengembangkan kerangka tulisan menjadi sebuah karya tulis,
menyesuaiakan serta penggunaan secara tepat baik ejaan, tanda baca yang
digunakan serta merangkai sebuah kata menjadi sebuah kalimat yang dapat berdaya
guna. Hal ini sesuai dengan pendapat Prihantoro (2012) yang mengatakan tahapan
proses penulisannya, jelas terlihat bahwa penulisan karya ilmiah melibatkan dua
aktivitas tama: berpikir dan menulis. Aktivitas berpikir merupakan aktivitas
utama dalam tahapan prewriting, yang
didominasi oleh perenungan, membaca, dan meneliti dalam rangka menggali dan
mengembangkan ide. Sehingga dapat dikatakan bahwa kegiatan menlis ilmiah
merupakan proses kreativitas
Penilaian karya tulis ilmiah
pada writing competition ini terdapat
8 komponen yaitu Pemilihan dan Perumusan Tema, Penyusunan Kerangka Karangan, Pengembangan Kerangka
Menjadi Karya Tulis, Ejaan, Tanda Baca, Bentuk Kata, Struktur Kalimat,
Koherensi antar Kalimat, Ketajaman Argumentasi, Kesimpulan dan Saran Karya Tulis. Semua
komponen menuntut kreativitas untuk menciptakan sebuah tulisan ilmiah.
5. Kesimpulan
Writing Competition adalah kegiatan yang diselenggarakan Perpustakaan
UNEJ dalam rangka menciptakan dan menumbuhkembangkan kreativitas mahasiswa
sebagai generasi muda, khususnya mahasiswa UNEJ dalam berkarya cipta melalui tulisan.
Artati, Y. Budi. (2007). Gemar Membaca dan Menulis. Yogyakarta: Sinergi Pustaka.
Artati, Y. Budi. (2008). Kreatif Menulis. Klaten: Intan Pariwara.
Conny R.Semiawan. (2009). Memupuk
Bakat dan Kreativitas Siswa Sekolah Menegah.
Jakarta: Gramedia Hyland,
Ken.( 2003). Second Language Writing. London: Cambridge University Press.
Dalman. (2014). Keterampilan
Menulis. Jakarta: Rajawali Press.
KBBI, 2018. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). [Online] Available at:
http://kbbi.web.id/pusat, [Diakses 21 Mei 2018]
http://icampusindonesia.com/2016/04/05/ini-6-manfaat-mengikuti-event-atau-lomba-menulis/.Diakses 3 Juli 2018
http://repository.unib.ac.id/11130/1/25-Musrini.pdf. Diakses 1 Mei 2018
Jurnal SAP Vol. 1 No. 3 April 2017
Ngalimun,dkk.
(2013). Perkembangan
dan Pengembangan Kreativitas.Yogyakarta:
Aswaja Pressindo Pardiyono. (2007). Pasti
Bisa:Teaching Genre Based Writing. Yogyakarta: Andi.
Prihantoro,Bambang.2012. Hubungan Menulis Kreatif Dengan Menulis Ilmiah. UNS,
Pranoto, Naning. (2004). Creative Writing. Jakarta: PT Primamedia Pustaka.
Puspitasari, A.C.D.D (2017). Hubungan Kemampuan Berpikir Kreatif dengan Kemampuan Menulis Cerpen :Studi Korelasional pada Siswa SMA Negeri 39
Jakarta. Jurnal SAP 1(3),
249-258.
Reid. M. Joy.(1987). Teaching ESL Writing. Wyoming: Prentice Hall Regent.
Santoso, Hari. Pengembangan Berpikir Kritis dan
Kreatif Pustakawan dalam Penulisan Karya Iilmiah
Tarigan, HG. (1994). Menulis sebagi suatu ketrampilan berbahasa. Bandung: Angkasa
Wiyanto, Asul. (2004). Terampil Menulis Paragraf. Jakarta: Grasindo.
Winardi. 1973. Berpikir
Kreatif dalam Bidang Management. Bandung : Tarsito
Komentar
Posting Komentar